Category: Mendagri

  • Rocky Nilai Penambahan Wamendagri, Memastikan 287 Plt Kepala Daerah di Bawah Koordinasi PDIP?

    www.laborblog.my.id - Pengamat Politik Rocky Gerung blak-blakan menduga langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah kursi wakil menteri dalam negeri dimaksudkan untuk mengintai langkah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

    Rocky Gerung | Net
    Pengamat Politik Rocky Gerung blak-blakan menduga langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah kursi wakil menteri dalam negeri dimaksudkan untuk mengintai langkah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
    Pasalnya, menurut Rocky Gerung, menteri yang sepemikiran dengan presiden tentu tak memerlukan posisi wakil menteri.
    “Keduanya ini sangat politis, apalagi berhubungan dengan kebutuhan teknis pelaksanaan politik di Indonesia,” jelas Rocky Gerung dalam diskusi “Jokowi Obral Jabatan Wakil Menteri vs Reformasi Birokrasi”, Jumat (7/1).
    Rocky Gerung menilai, bahwa langkah Presiden Jokowi menambah kursi wakil menteri adalah upaya untuk melancarkan agenda yang buruk. Pasalnya, memperbesar birokrasi sendiri adalah langkah yang buruk.
    “Di mana-mana birokrasi itu harus diperkecil, supaya lebih efisien. Motifnya dari awal itu, termasuk untuk persiapan Pemilu 2024,” ungkapnya.
    Menurut Rocky Gerung, pengangkatan wakil menteri dalam negeri oleh Presiden Jokowi ditujukan untuk memastikan menteri dalam negeri tak akan menyalahkan kekuasaan dalam dua tahun ke depan. Terutama, dalam pengangkatan 287 pelaksana tugas (plt) kepala daerah yang habis masa jabatan pada 2022 dan 2023.
    “Ada Golkar dan PDIP juga yang berkepentingan di situ, agar wakil mendagri bisa berbagi jatah pengendalian politik bersama sang menteri,” tuturnya.
    Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai wakil menteri juga dipersiapkan untuk perombakan kabinet yang isunya terus bergulir. Oleh karena itu, Tito Karnavian dianggap sebagai menteri yang posisinya paling terancam saat Presiden Jokowi melakukan perombakan kabinet.
    “Kalau ada wakil mendagri dari PDIP, dia pasti akan menggantikan Tito untuk memastikan 287 plt kepala daerah itu ada di bawah koordinasi PDIP,” pungkasnya.[Genpi]
    Published: 08/01/2022

  • Sebut Jakarta Kampung, Politisi Gerindra: Mendagri Tito Kritik Anies Atau Jokowi?

    Seolah menyasar Anies tapi turut mengena ke Jokowi.
    Labor Blog Politik – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sempat menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).

    Kepada Anies, Tito membandingkan perkembangan kota di China dengan Jakarta. Di mana di tahun 1998, Jakarta lebih modern ketimbang Beijing dan Shanghai. Sementara 10 tahun kemudian, terjadi kebalikannya.
    Bahkan dengan tegas Tito menyebut Jakarta sudah seperti kampung jika dibandingkan dengan Shanghai.
    Namun di mata, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule sindiran Tito tidak sepenuhnya menyasar Anies Baswedan. Dia bahkan mencium ada gaya berpidato Tito yang secara elegan mengkriti Presiden Joko Widodo.
    “Ini Kak Tito mau kritik Gubernur Anies Baswedan atau Presiden Joko Widodo?” tanyanya dalam akun Twitter pribadi, Rabu (27/11).
    Iwan menyebut Tito sedang melakukan sebuah kritik yang memutar. Seolah menyasar Anies tapi turut mengena ke Jokowi.

    Iwan menyebut Tito sedang melakukan sebuah kritik yang memutar. Seolah menyasar Anies tapi turut mengena ke Jokowi.https://t.co/2Kn8NMGpbb

    — Iwan Sumule (@IwanSumule_86) 27 November 2019

    Kena ke Jokowi lantaran yang dibandingkan adalah Jakarta dengan Shanghai dan Beijing. Di mana kedua kota tersebut berada di bawah kendali negara dengan sistem pemerintahan komunis.

    Sistem ini menuntut semua warga patuh dan taat pada pemimpin. Sehingga jika negeri dipimpin seorang revolusioner, maka hasilnya juga akan berdampak baik pada semua lapisan negara.
    “Sistem pemerintahan China beda dengan Indonesia. China dianggap bisa beri kesejahteraan,” terangnya.[rm]
    Video Pilihan: Mendagri Sebut Jakarta Seperti Kampung, Ini Respon Anies
    26/11/2019